TREE DALAM PENGANTAR STRUKTUR DATA

GENERAL TREE

Tree atau pohon merupakan non linear struktur data. Tree merupakan salah satu hal yang penting di dunia komputer/ teknologi.

Tree terdiri dari akar atau root atau induk, yang berisi himpunan node dan garis berarah yang disebut branch yang menghubungkan dua node.

11

A (B (C D) E F (G H I) )

Penjelasan dari gambar diatas A merupakan tingkat 0; B, E, F merupakan tingkat 1; dan C, D, G, H, I merupakan tingkat 3.

  • Root

Jika suatu tree tidak kosong maka node yang pertama dan merupakan sebuah node unik disebut root. Dalam gambar diatas A adalah menjadi root.

Banyaknya branch sebuah node disebut degree dari node tersebut.

Branch terbagi menjadi dua, yaitu

-Indegree branch merupakan branch yang menuju ke sebuah node

-Outdegree branch merupakan branch yang keluar dari sebuah node

  • Leave atau daun

Merupakan node yang nilai outdegreenya 0, yaitu node yang tidak memiliki successor (sebuah node yang terjadi pada beberapa node).

Node terdiri dari dua yaitu:

-Node internal; Node yang bukan root atau leave

-Node eksternal. (Contoh: C, D, G, H, I)

  • Parent / induk

Tree  disebut parent jika outdegreenya lebih dari 0. Seperti pada gambar diatas A merupakan parent atau induk dari B, E, F. B merupakan induk dari C, D. F merupakan induk dari G, H, I.

  • Child / anak

Seperti gambar diatas yang merupakan anak adalah C, D, G, H, I.

BINARY TREE

Binary tree merupakan tree di mana tidak ada node pada tree tersebut yang memiliki lebih dari 2 subtree atau setiap simpul paling banyak memmpunyai 2 anak yang terdiri dari left subtree atau right subtree

322

REPRESENTASE

Terdapat dua cara representase dari pohon biner yaitu:

  1. Representase Sekuensial (Sequential representation)/ array represential

Dalam susunan dari atas ke bawah ataupun dari kanan ke kiri. Penomoran dimulai dari simpul akar dan kemudian sisanya akan diberikan smakin meningkat jumlahnyadi level

.5

  1. Representation terkait (Linked representation)

TRAVENSAL

Travensal merupakan suatu proses menjalani atau mengunjungi seluruh node tree  sekali dengan berurutan.

6

Balancing binary search tree

Balancing binary search tree atau AVL tree, merupakan sebuah pohon biner pencarian dengan kondisi keseimbangan yang menjamin bahwa kedalaman pohon adalah O(log N)

 

Height balance tree

Height balanced tree atau dapat disebut dengan a self- balancing, merupakan struktur data pohon biner pencarian yang otomatis membuat tingginya (jumlah tingkat di bawah akar) kecil dalam menghadapi sisipan barang yang sewenang-wenang dan penghapusan.

7

Berikut adalah penjelasan singkat tentang Tree dalam struktur data. Jika terdapat kesalahan atau kekurangan mohon komentar di form comment yang tersedia, agar penulis dapat mengetahui dan memperbaiki kesalahan. –TERIMA KASIH

Referensi:

Computing handbook, third edition: computer science and software enginerring

third edition: Data structures and algorithms

Penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) pada Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang salah satu aplikasi yang dipakai di pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia yaitu Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD). Aplikasi ini merupakan jenis aplikasi terpadu yang dipergunakan sebagai alat bantu pemerintah daerah yang digunakan meningkatkan efektifitas implementasi dari berbagai regulasi bidang pengelolaan keuangan daerah yang berdasarkan pada asas efesiensi, ekonomis, efektif, transparan, akuntabel dan auditabel.

Aplikasi ini juga merupakan salah satu manifestasi aksi nyata fasilitasi dari Kementerian Dalam Negeri kepada pemerintah daerah dalam bidang pengelolaan keuangan daerah, dalam rangka penguatan persamaan persepsi sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah dalam penginterpretasian dan pengimplementasian berbagai peraturan perundang-undangan.

Di dalam aplikasi ini terdapat elemen-elemen atau komponen—komponen yang berhubungan.

Elemen atau komponennya merupakan sistem sebagai kumpulan suatu elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Terdapat lima blok yang saling berinteraksi satu dengan lainnya yang membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasaran yaitu

Komponen input

Merupakan bagian dari sistem yang bertugas untuk menerima data masukan yang digunakan sebagai komponen penggerak/ menangkap data/ pemberi tenaga dimana sistem itu dioperasikan atau yang akan dimasukan yang berupa dookumen-dokumen dasar. Komponen input yaitu seperti penerimaan kas dari pajak yang dibayarkan dan pembelanjaan oleh pemerintahan daerah.

Komponen proses

Komponen dalam sistem yang melakukan pengolahan input untuk mendapatkan hasil yang dibutuhkan. Komponen proses yaitu seperti aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah yang akan memproses data yang telah dimasukan dan menghasilkan keluaran.

Komponen output

Komponen hasil pengoperasian dalam suatu sistem, sistem pengambilan keputusan. Komponen poutput yaitu seperti Buku Kas Umum yang menjelaskan keseluruhan data yang dinput menjadi satu dan digolongkan setiap data tersebut.

Komponen kendala

Komponen yang berisiko aturan atau batas – batas yang berlaku. Akan membuat tujuan menjadi lebih bermanfaat. Adanya suatu kendala atau batasan yang jelas, akan mampu mengidentifikasiapa yang harus diantisipasikan dalam mencapai tujuan sistem. Dalam aplikasi ini terdapat kendala tidak balance dalam menghasilkan laporan keuangan.

Komponen kontrol

Komponen pengawas dan pelaksanaan proses pencapaian tujuan. Kontrol ini dapat berupa kontrol pemasukan input, pengeluaran data, pengoperasian, dll. Seperti mencegah terjadi tindakan korupsi.

Dalam kegiatan sistem informasi pada dasarnya terbentuk melalui suatu kelompok kegiatan operasi yang tetap:

  • Mengumpulkan data;
  • Mengelompokkan data;
  • Menghitung;
  • Menganalisa; dan
  • Menyajikan laporan.

Tidak selalu operasi tersebut dapat dipisah-pisahkan tetapi dapat juga dilakukan bersama-sama atau bahkan terdapat kegiatan tertentu yang tidak dilakukan atau dilompati.

Mengumpulkan data

Kagiatan awal dari pelaksanaan kerja suatu sistem informasi yang sangat penting fungsinya. Terkadang dalam mengumpulkan data tersebut terdapat ketidak telitian walaupun sudah menggunakan rumusan untuk menghitung dan menganalisa dengan tepat. Secara umum data-data yang dikumpulkan haruslah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • Tingkat ketelitian tinggi;
  • Dimasukan pada waktunya;
  • Dalam jumlah yang tepat, karena jika terlalu banyak dapat mengacaukan; dan
  • Dalam jenis yang berhubungan dengan kebutuhan.

Kegiatan pengumpulan data untuk komputerisasi dapat terdiri dari kegiatan:

  • Mengumpulkan data secara periodik dan menyiapkannya agar siap untuk dimasukkan
  • Memasukan data ke komputer (data entry)
  • Pengecekan data pada komputer sebagai tahapan yang penting untuk memastikan keabsahan data.

dalam memakai aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah ini membutuhkan dokumen atau data untuk mendukung atau menunjang kerja aplikasi ini dengan baik. Dokumen atau data tersebut yaitu:

  • Faktur Pajak;
  • Surat Perintah Membayar;
  • Kwitansi;
  • Surat Perintah Pencairan Dana, dan sebagainya

Sasaran

Sasaran dalam aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) dalam membantu tugas pemerintah yaitu agar terjadinya keseimbangan dalam penggunaan anggaran negara.

Tujuan

Dan aplikasi ini memiliki tujuan yaitu untuk merealisasi anggaran negara yang diperlukan pada tahun yang bersangkutan. Pemerintah menyelenggarakan SIPKD secara nasional dengan tujuan:

  • merumuskan kebijakan dan pengendalian fiskal nasional;
  • menyajikan informasi keuangan daerah secara nasional;
  • merumuskan kebijakan keuangan daerah, seperti Dana Perimbangan, Pinjaman Daerah, dan Pengendalian defisit anggaran; dan
  • melakukan pemantauan, pengendalian dan evaluasi pendanaan Desentralisasi, Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan, Pinjaman Daerah, dan defisit anggaran daerah.

Langkah Menginput Data transaksi hingga menghasilkan output dari aplikasi SIPKD

– Perencanaan  / Anggaran

Perencanaan  dalam  membantu  tugas  negara,  sudah  ditetapkan  sesuai Undang-Undang  dalam  Daftar  Isian  Pengelolaan  Anggaran  untuk dilaksanakan oleh yang memiliki tanggung jawab.

– Pelaksanaan

Pemilik  tanggung  jawab  dapat  melaksanakan tugasnya  dengan  tata  tertibyang  telah  ditetapkan  menurut  undang-undang  dengan  didukung  buktitransaksi.

– Inputan

Inputan dalam aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah adalahbukti transaksi. Berikut langkah memasukan data ke dalam aplikasi SIPKD :

  • Dalam aplikasi SIPKD ada beberapa modul yaitu :

1. Penatausahaan Penerimaan;
2. Penatausahaan Pengeluaran;
3. Penatausahaan BUD.

Namun, kami hanya akan membahas salah satu diantara modul tersebut yaitu  Penatausahaan Pengeluaran dan kami mengambil  contoh tentang belanja langsung.

  • Setelah diterbitkannya bukti transaksi, maka bukti transaksi tersebut diinput  ke  aplikasi  SIPKD  dengan  mengklik  PenatausahaanPengeluaran lalu pilih belanja.

sipkd1

sipkd2

  • Kemudian akan tampil sebagai berikut
  • Lalu klik tambah dan isi data yang diperlukan

sipkd3

  • Jika data sudah benar, maka klik simpan

– Proses

Setelah mengklik simpan maka akan muncul gambar

sipkd4

Untuk dapat melihat Program Kegiatan sudah benar maka dilakukan dengan cara meng’klik’ pada salah satu no BPK yang ingin dilihat  rinciannya sehingga akan tampil daftar rincian BPK sebagaimana gambar berikut :

sipkd5

Klik tambah lalu ceklis data yang dibuat, berikut gambarnya :

sipkd6

Lalu klik save .

– Output

Setelah data diinput dan diklarifikasi bahwa data tersebut benar, maka untuk melihat outputnya dengan cara berikut ini :

  •  Klik Penatausahaan Pengeluaran lalu klik BKU Bendahara Pengeluaran dan klik persetujuan lalu klik Belanja Langsung

sipkd7

  • Maka akan menampilkan gambar berikut ini:

sipkd8

Diatas merupakan penjelasan salah satu aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah yang dapat mempermudahkan pekerjaan Pemerintah Daerah, jika terdapat kesalahan dalam tulisan ini saya meminta maaf, dan memohon kepada anda untuk memberikan komentar atau masukan untuk memperbaiki tulisan saya. Dan saya ucapkan terima kasih atas kunjungan anda di Blog saya. Dan semoga informasi ini bermanfaat –TERIMA KASIH-  🙂

Kelompok:

  • Herlinna Sectio Irine (43212433)
  • Novianti Nurlaila
  • Novita Oki P.
  • Merryta E.

Referensi :

Kusumo, Tjipto. 1988. Pengantar Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: PT Elex Media Komputerindo

http://www.kemendagri.go.id/pages/sipkd/sistem-informasi-pengelolaan-keuangan-daerah-sipkd

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Informasi_Pengelolaan_Keuangan_Daerah

Komponen – Komponen (Elemen) dari Sistem

Setelah saya menulis tentang penjelasan Sistem Informasi Manajemen. Dalam kesempatan di awal bulan November, saya akan menjelaskan tentang “Komponen – Komponen (Elemen) dari Sistem”.

Di dalam konsep dasar sistem, terdapat dua kelompok pendekatan di dalam pendefinisian sistem yaitu kelompok yang menekankan pada prosedur dan kelompok yang menekankan pada elemen atau komponennya. Pada kesempatan ini, saya akan membahas tentang  pendekatan yang kedua, kelompok yang menekankan pada elemen atau komponennya merupakan sistem sebagai kumpulan suatu elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Teori sistem mengatakan bahwa setiap unsur pembentuk organisasi itu penting dan harus mendapatkan perhatian yang utuh agar manajer dapat bertindak efektif. Dan yang dimaksud dengan unsur atau komponen pembentuk organisasi bukan hanya tentang bagian-bagian yang tampak secara fisik tetapi dalam hal-hal yang mungkin bersifat abstrak atau konseptual seperti misi, pekerjaan, kegiatan, kelompok informal, dan sebagainya.

Unsur-usur yang mewakili suatu sistem secara umum adalah masukan (input), pengolahan (processing) dan keluaran (output). Dan suatu sistem tidak terlepas dari lingkungan sekitarnya. Maka umpan balik (feed-back) selain itu juga dapat berasal dari outout, dan dari lingkungan sistem tersebut. Organisasi dipandang sebagai suatu sistem yang juga memiliki semua unsur ini. Semua sistem terdiri dari bagian- bagian atau komponen yang terpadu untuk suatu tujuan.

Setiap sistem merupakan bagian dari unsur lain yang lebih besar dan terdiri dari berbagai sistem yang lebih kecil tersebut disebut sebagai subsistem. Prof. Dr. Mr. S. Prajudi Atmosudirdjo telah menyatakan bahwa sistem terdiri atas objek-objek atau unsur-unsur atau komponen-komponen yang berkaitan dan berhubungan satu sama lainnya.

Suatu sistem juga memiliki bagian-bagian dari sistem atau subsistem. Contohnya seperti: sistem dari komputer yang terdiri dari subsistem perangkat keras dan subsistem perangkat lunak, yang didalamnya menjalankan tugas masing-masing, dan jika salah satunya terpisah maka untuk mencapai tujuan tidak akan tercapai. Sebuah sistem juga memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut dapat dikatakan sebagai suatu sistem yaitu: Komponen sistem, batasan sistem, lingkungan luar sistem, penghubung sistem, masukan sistem, keluaran sistem pengolah sistem, dan sasaran sistem.

Dan di dalam pembahasan saya yaitu tentang salah satu karakteristik tersebut adalah komponen sistem (Components) Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat-sifat sistem yang menjalan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Jika suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar itu disebut dengan Supra Sistem.

Terdapat enam blok yang saling berinteraksi satu dengan lainnya yang membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasaran yaitu:

1. Komponen input
Merupakan bagian dari sistem yang bertugas untuk menerima data masukan yang digunakan sebagai komponen penggerak/ menangkap data/ pemberi tenaga dimana sistem itu dioperasikan atau yang akan dimasukan yang berupa dookumen-dokumen dasar. Input/ masukan dapat berasal dari luar/ dalam organisasi. Komponen penggerak tersebut terbagi 2 kelompok:

  • Maintenance input

Energi yang dimasukan supaya sistem dapat beoperasi. (Contoh: dalam mengambil keputusan, maka maintenance inputnya adalah team manajemen, personil utama pengambilan keputusan)

  • Signal input

Energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Dalam sistem pengambilan keputusan tersebut, maka signal inputnya adalah informasi yang menunjang.


2. Komponen proses
Komponen dalam sistem yang melakukan pengolahan input untuk mendapatkan hasil yang dibutuhkan. Contoh kegiatan tersebut: klasifikasi, peringkasan,pencarian data,organisasi data, dll. Contoh sistem pengambilan keputusan yang harus melibatkan semua sub sistem yang terkait co: bagian keuangan.


3. Komponen output
Komponen hasil pengoperasian dalam suatu sistem, sistem pengambilan keputusan


4. Komponen kendala

Komponen yang berisiko aturan atau batas – batas yang berlaku. Akan membuat tujuan menjadi lebih bermanfaat. Adanya suatu kendala atau batasan yang jelas, akan mampu mengidentifikasi apa yang harus diantisipasikan dalam mencapai tujuan sistem.


5. Komponen kontrol

Komponen pengawas dan pelaksanaan proses pencapaian tujuan. Kontrol ini dapat berupa kontrol pemasukan input, pengeluaran data, pengoperasian, dll.


6. Komponen umpan balik

Komponen yang memberikan respon atau berjalannya  suatu sistem. Kegiatan tersebut seperti perbaikan atau pemeliharaan sistem.

komponen

komponen

keterangan gambar diatas:
Dalam pembuatan laporan penerimaan pajak Dinas Pendapatan Daerah Kab. Bogor.

1. input.
maksud dari input: pajak yang sudah dibayar oleh wajib pajak dimasukkan ke dalam jaringan/ komputer.

2. Proses
Setelah itu data dari wajib pajak tersebut di proses apakah sudah benar benar/ sesuai dengan bukti pembayaran pajak yang diterima oleh Dinas Pendapatan Daerah

3. Output
dalam proses outout/ keluaran akan diketahui hasil dari kenyataan/ realisasi dari penerimaan wajib pajak tersebut.

4. Kendala
Jika terdapat kendala/ masalah pada hasil output, maka harus di selesaikan asal/ sumber penyebab tersebut.

5. Control
Setelah diselusuri penyebabnya, maka data tersebut dan juga jalan/ proses itu diawasi sampai data tersebut jelas/ tidak menimbulkan masalah lagi

6. Feedback
memberikan suatu respon yang terdapat di sistem yang sedang berjalan.

7. Wilayah warna abu-abu 
merupakan suatu proses di dalam/ internal organisasi

8. Garis-garis di luar wilayah abu-abu
Jadi, jika output tersebut sudah sesuai dengan tujuan yang dicapai, selanjutnya output tersebut akan melalui batas luar organisasi yaitu seperti peraturan-peraturan yang telah ditetapkan suatu pihak (misalnya : pemerintah)

Semoga pembahasan diatas tentang komponen- komponen dalam sistem, dapat bermanfaat untuk anda, jika terdapat kesalahan dalam tulisan ini saya meminta maaf, dan memohon kepada anda untuk memberikan komentar atau masukan untuk memperbaiki tulisan saya. Dan saya ucapkan terima kasih atas kunjungan anda di Blog saya. Dan semoga informasi ini bermanfaat –TERIMA KASIH-

Referensi :

Scott, George M. 2001. Prinsip-prinsip Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada

Sutabri, Tata. 2012.  Analisis Sistem Informasi. Jakarta: CV. Andi Offset

Wahyuno, Teguh. 2004. Sistem Informasi.  Jakarta: Graha Ilmu

Pentingnya Sistem Informasi Manajemen

Dilihat dari judul tulisan saya di atas, saya yakin anda pernah mendengar kata-kata tersebut. Jika sebagian dari anda belum terlalu mengerti atau memahami arti kata tersebut. Maka saya akan menjelaskan atau berbagi ilmu tentang kata Sistem, Informasi, Manajemen ataupun Sistem Informasi Manajemen, dan juga contoh dari Sistem Informasi Manajemen tersebut.

DEFINISI SISTEM

Sistem dapat dijabarkan secara sederhana yaitu seperangkat elemen yang membentuk kegiatan atau suatu prosedur/ bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan–tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan atau barang pada waktu tujuan tertentu untuk menghasilkan informasi dan atau energi dan atau barang.

Contoh dari sistem yaitu:

  • Sistem Komputer yaitu peralatan yang berfungsi bersama-sama untuk menjalankan proses pengolahan komputer.
  • Sistem Kuliah yaitu seperti bangunan, pendidik, petugas administrasi, buku-buku teks, dan lain-lain yang berfungsi untuk memberikan pendidikan pada para mahasiswa.

Sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian saling berkaitan yang saling beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran/ tujuan. Sistem ini harus tetap berada dibawah pengendalian manusia.

DEFINISI INFORMASI

Informasi terdiri dari data yang telah diambil kembali, diolah, atau sebaliknya yang digunakan untuk tujuan informatif atau kesimpulan, argumentasi, atau sebagai dasar untuk peramalan/ pengambilan keputusan. Informasi adalah suatu data yang telah diolah  menjadi sebuah bentuk yang bermanfaat bagi penggunanya/ penerimanya dan juga bermanfaat dalam mengambil keputusan untuk masa sekarang atau masa depan.

Contohnya: dapat berupa data dapat dipergunakan oleh auditor intern, departemen pelayanan manajemen dari auditor luar, manajemen intern untuk perencanaan keuntungan, dan pengendalian/ untuk pengambilan keputusan lainnya.

Berikut adalah gambar Tansformasi data menjadi informasi

Tansformasi data menjadi informasi

Tansformasi data menjadi informasi

DEFINISI MANAJEMEN

Ada beberapa pendapat mengenai pengertian Manajemen yaitu:

  • Manajemen ditinjau dari segi seni (art)
    mary Parker Follet, manajemen : seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
  • Manajemen ditinjau segi proses.
    James A. F. Stonermanajemen : Proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan kegiatan anggota dan tujuan penggunaan organisasi yang sudah ditentukan,

Dari beberapa definisi tersebut, dapat ditarik kesimpulan yaitu
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian kegiatan/ pekerjaan anggota organisasi dan proses penggunaan sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Definisi Sistem Informasi Manajemen

                    Sistem Informasi Manajemen bukan hal yang baru, yang baru adalah komputerisasinya. Sebelum terdapat komputer, teknik SIM sudah ada untuk memberi manajer informasi untuk merencanakan dan mengendalikan informasi.

Pengertian dari Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem informasi yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi/ kelompok orang, juga memberi dukungan informasi, mengambil kembali data, dan pengolahan untuk fungsi menajemen dan pengambilan keputusan agar untuk mengurangi ketidakpastian (mencari tujuan bersama) untuk menghasilkan informasi yang paling efisien (menghasilkan informasi menurut waktu rujukan).

Seperti manajer di dalam operasi organisasi yaitu merencanakan, mengorganisasikan, memprakasai dan mengendalikan operasi. Mereka merencanakan menetapkan strategi, tujuan, dan memilih arah tindakan-tindakan terbaik untuk mencapai yang telah direncanakan sebelumnya. Seperti mengendalikan sebuah prestasi kerja dengan menentukan norma-norma prestasi kerja. Dan menghindari penyimpangan-penyimpangan terhadap norma atau standard tersebut.

Beberapa minggu yang lalu saya menjalani kerja praktik di Dinas Pendapatan Daerah kab. Bogor di bagian Pajak Asli Daerah. Berikut adalah flowchart dari Sistem Informasi Manajemen pada Tahap Pelaksanaan Laporan Penerimaan Pajak Daerah:

Proses Laporan Penerimaan Pajak

Proses Laporan Penerimaan Pajak

Penjelasan dari flowchart diatas adalah:

1. Wajib pajak yang telah di memenuhi persyaratan yang telah ditentukan pemerintah harus membuat Wajib Pajak Daerah,

2. Setelah Wajib pajak mengisi formulir tersebut maka, akan dikukuhkan/ diberikan NPWPD (Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah) yang sebagai identitas,

3. Lalu pihak Dispenda menetapkan SKPD nilai besar objek pajak yang diketahui dari seberapa besar wajib pajak memakai Genset dalam satu bulan.

4. Setelah disetujui oleh beberapa pihak dan menjalani proses maka dimulai proses SKPD/ SPTPD

5. Kemudian wajib pajak dapan membuat/ mengisi form SSPD (Surat Setoran Pajak Daerah)

6. Kemudian data-data tersebut di realisasikan dengan data sesungguhnya yang wajib pajak sudah laporkan, pembuatan daftar realisasi ini per bulan.

7. Dan terakhir saldo dari daftar laporan realisasi tersebut lalu dibuat laporan penerimaan Pajak Daerah.

Dari beberapa tahap tersebut Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor, diwajibkan untuk memenuhi target/ tujuan pemerintah kota Bogor, maka dari itu Dispenda mempunyai Sistem Informasi manajemen untuk  memenuhi target/ tujuan tersebut. Seperti dengan memberikan Surat Pemberitahuan/ teguran kepada wajib pajak yang mempunyai tunggakan dalam membayar pajak tersebut, jika tidak ada respon tersebut maka pihak Dispenda akan turun ke lapangan untuk menagih wajib pajak tersebut.

Jika pihak Dispenda tidak dapat memenuhi target yang telah ditentukan, maka pihak Dispenda akan mendapati teguran dari Bupati kota Bogor.

Diatas adalah penjelasan dan kasus tentang Sistem Informasi Manajemen, dan jika terdapat kesalahan dalam tulisan ini saya meminta maaf, dan memohon kepada anda untuk memberikan komentar atau masukan untuk memperbaiki tulisan saya. Dan saya ucapkan terima kasih atas kunjungan anda di Blog saya. Dan semoga informasi ini bermanfaat –TERIMA KASIH-

Referensi:

Robert, Murdick dan Claggett James R. 1990. Sistem Informasi untuk Manajemen Modern edisi ketiga. Jakarta: Erlangga

Davis, Gordon B. 1997. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen Bagian 1 Pengantar. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo

S, Alam. Ekonomi: Jilid 3. atau ( http://books.google.co.id/books?id=sdndFCNVRSsC&pg=PT109&dq=pengertian+manajemen&hl=id&sa=X&ei=K6MwVI6sMoTmuQTq44LYAw&ved=0CBkQ6AEwAA#v=onepage&q=pengertian%20manajemen&f=false )

Kepemimpinan Di Dalam Dunia Wirausaha

Tidak asing lagi dengan kata kepemimpinan. Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Menurut Brown (1936) Kepemimpinan adalah berpendapat bahwa pemimpin tidak dapat dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan. Dalam hal sama, Krech dan Crutchfield memandang bahwa dengan kebaikan dari posisinya yang khusus dalam kelompok ia berperan sebagai agen primer untuk penentuan struktur kelompok, suasana kelompok, tujuan kelompok, ideologi kelompok, dan aktivitas kelompok.

Para wirausahawan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, mereka mengembangakan gaya kepemimpinan mereka sendiri sesuai dengan karakter pribadi merka dalam memajukan perusahaannya.

Terdapat Perilaku Kepemimpinan yaitu

Perilaku pemimpin menyangkut dua bidang utama :

a. Berorientasi pada tugas yang menetapkan sasaran. Merencanakan dan mencapai sasaran.
b. Berorientasi pada orang yang memotivasi dan membina hubungan manusiawi

Terdapat tiga variabel utama yang tercakup dalam kepemimpinan yaitu

1. Kepemimpinan melibatkan orang lain seperti bawahan atau para pengikut
2. Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan

Kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan

Tiga pendekatan utama kepemimpinan

1. Pendekatan sifat-sifat (traits approach)

2. Pendekatan keperilakuan ( behavioral approach)

3. Sebab-sebab munculnya pemimpin

Karakter kepemimpinan harus dimiliki oleh wirausaha. Karakter ini sangat penting meskipun tidak mempunyai anak buah dalam usaha yang sedang dijalani, karekter ini akan menciptakan sifat:

  1. menjaga sikap dan prilaku, karena ingin diperhatikan dan menjadi panutan bagi orang lain;
  2. jujur, karena omongannya ingin omongannya adalah kebenaran atau suatu dianggap benar;
  3. bijaksana, karena tidak hanya berfikir untuk diri sendiri;
  4. integritas, membuat orang lain mengandalkannya dan janjinya dipercaya;
  5. mengayomi, karena ingin petunjuk yang diberikannya diikuti orang lain;
  6. suka menolong, karena yakin setiap pekerjaanya pun membutuhkan orang lain;
  7. optimisme, karena ingin memberi kepercayaan bahwa usaha yang dijalankannya pasti akan berhasil;
  8. berdedikasi, agar orang lain pun sama-sama memiliki perhatian dan komit untuk tidak mementingkan diri mereka sendiri;
  9. ulet, agar orang lain percaya bahwa segala yang diusahakannya akan diselesaikan sampai tuntas walau banyak kendala atau resiko yang dihadapi

Para wirausahawan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, mereka mengembangkan gaya kepemimpinan mereka sendiri sesuai dengan karakter pribadi mereka dalam memajukan perusahaannya.

Bagaimana Menjadi Pemimpin yang Baik:

Tipe-tipe Kepemimpinan dalam Berorganisasi:

  • Tipe Otokratik

Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”,

  • Tipe Paternalistik

Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris. Salah satu ciri utama masuarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggiota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan.

  • Tipe Kharismatik

Memang ada karakteristiknya yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. Tegasnya seorang pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi.

  • Tipe Laissez Faire

Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi

  • Tipe Demokratik

Pemimpin yang demokratik biasanya memandang peranannya selaku koordinator dan integrator dari berbagai unsur dan komponen organisasi.

  • Tipe Administratif

Pemimpin tipe administrative ialah pemimpin yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif sehingga diharapkan muncul perkembangan teknis, manajemen modern dan perkembangan sosial.

Ciri ciri pemimpin dan kepemimpinan yang ideal antara lain :

  1. Pengetahuan umum yang luas.
  2. Kemampuan Bertumbuh dan Berkembang
  3. Sikap yang inkuisitif atau rasa ingin tahu
  4. Kemampuan analitik.
  5. Daya ingat yang kuat.
  6. Kapasitas integratif.
  7. Keterampilan berkomunikasi secara efektif.
  8. Keterampilan mendidik.
  9. Rasionalitas.
  10. Objektivitas.
  11. Pragmatisme.
  12. Kematangan mental.

Dengan adanya karakter tersebut maka seorang tersebut dapat mengendalikan emosi saat melayani konsumen. Melayani orang lain, seringkali menjadi bagian yang tersulit bagi seseorang yang merasa dirinya perlu lebih dahulu dilayani. Dalam menejemen  bisnis modern salah satu kunci keberhasilan bisnis adalah kemempuan untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsmen, pemasok, tenaga kerja, pemerintah dan lintas pelaku terkait lainnya.  Salah satu konsep kepemimpinan yang ditawarkan oleh praktisi manajemen di Amerika adalah konsep pelayanan (serve). Sebagaimana Ken Blanchard dan Mark Miller menulis dalam bukunya “The Secret – Rahasia Kepemimpinan”.  Kata “SERVE” oleh Ken & Mark  diterjemahkan sebagai lima kata kunci dalam memberikan pelayanan, yaitu:

1. S- See the Future (Melihat Masa Depan)
2. E- Engage and Develop Others (Melibatkan dan Mengembangkan Orang Lain)
3. R- Reinvent Continuously (Temukan Kembali Terus Menerus)
4. V- Value Results and Relationship (Hargai Hasil dan Hubungan)
5. E- Embody The Values (Mewujudkan Nilai)

jika terdapat kesalahan dalam tulisan ini saya meminta maaf dan mohon anda memberikan komentar atau masukan untuk memperbaiki tulisan saya, saya ucapkan terima kasih atas kunjungan anda.  Dan semoga informasi ini bermanfaat –TERIMA KASIH- 😀

KELOMPOK:

– Herlinna Sectio Irine

– Novianti Nurlaila

– Novita Oki P

– Muhammad Nanda S

– Dismas Mahardika

 

REFERENSI: 

http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan

http://pristiyanto-kewirausahaan1.blogspot.com/p/mengembangkan-kepemimpinan.html

http://bamzofimagination.blogspot.com/2013/05/kepemimpinan-dalam-kewirausahaan.html

Delapan Hal yang Harus Diketahui Oleh Wirausaha

Setelah bulan lalu saya membahas salah satu contoh usaha yang akan membuat kita semua termotivasi dan ingin menjadi wirausaha. Dan pada bulan ini saya akan membahas  mengenai wirausaha, seperti judulnya “Delapan Hal yang Harus Diketahui Oleh Wirausaha”, jika anda menemukan kesamaan tulisan, dikarenakan ini merupakan tugas dari kampus, untuk menambah ilmu tentang wirausahaan itu sendiri langsung saja saya bahas.

Pendahuluan
Berwirausaha, sudah banyak dijalani oleh beberapa masyarakat Indonesia. Banyak dari mereka yang berhasil dan sukses, adapun juga yang belum memasuki tahap keberhasilan tersebut. Namun dalam menjalani tersebut kita harus menjadikan itu batu loncatan. Dan ada beberapa hal  yang dapat menuntun kita munuju wirausaha yang sukses. Oleh karena itu, jadikan pertanyaan ini sebuah motivasi dalam diri sebagai wirausaha. Mari kita simak pertanyaan berikut ini:

1. Jelaskan definisi Kewirausahaan menurut Ahli Ekonomi , Ahli Manajemen , dan Menurut Pelaku usaha!
Terdapat beberapa pengertian kewirausahaan dari beberapa para ahli yaitu:

Menurut Ahli Ekonomi

                      Menurut ahli ekonomi, wirausaha adalah orang yang mengkombinasikan factor-faktor produksi seperti sumber daya alam, tenaga kerja, material, dan peralatan lainnya untuk meningkatkan nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya. Wirausaha juga merupakan orang yang memperkenalkan perubahan-perubahan, inovasi dan perbaikan produksi lainnya.

Menurut Ahli Manajemen

                            Wirausaha adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan dan mengkombinasikan sumber daya seperti keuangan, material, tenaga kerja, keterampilan untuk menghasilkan produk, proses produksi, bisnis dan orgasisasi usaha baru (Marzuki Usman, 1997:3).

Menurut Pelaku Usaha

                         Wirausaha merupakan seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan dan mengkombinasikan sumber daya seperti keuangan, material, tenaga kerja, keterampilan untuk menghasilkan produk, proses produksi, bisnis dan orgasisasi usaha baru (Marzuki Usman, 1997:3). 

 

2. Sebutkan faktor-faktor penyebab keberhasilan wirausaha !

Di dalam dunia wirausaha terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi dalam keberhasilan yaitu

       • Inisiatif dan selalu proaktif
• Berani dalam mengambil resiko
• Memiliki sifat yang jujur
• Memiliki visi dan tujuan yang jelas

3. Sebutkan ciri dan watak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan !

Terdapat beberapa ciri dan watak yang harus dimiliki oleh  seorang wirausahawan yaitu

  • Kepemimpinan
  • Percaya diri
  • Berinovasi dan kreatif
  • Pengambilan resiko
  • Berorientasi ke masa depan
  • Ketidaktergantungan, kepribadian mantap
  • Optimisme
  • Kebutuhan atau haus akan prestasi
  • Beorientasilaba atau hasil
  • Tekun dan tabah
  • Tekad, kerja keras, motivasi
  • Energik
  • Penuh inisiatif
  • Mampu memimpin
  • Suka pada tantangan
  • Menanggapi saran kritik
  • Pandangan Kedepan

4. Sebutkan tahap-tahap melakukan wirausaha
Terdapat tahap-tahap dalam melakukan wirausaha  diantaranya:

  1. Tahap memulai
  2. Tahap melaksanakan usaha
  3. Tahap mempertahankan  usaha
  4. Tahap mengembangkan usaha

5. Sebutkan kompetensi yang harus dimiliki wirausahawan

      a) Pengetahuan usaha
Seorang individu yang berpikir tentang kewirausahaan perlu mengembangkan beberapa bidang
pengetahuan bisnis. Memperoleh pengetahuan dengan cara seperti berikut:
• Belajar tentang komunikasi
• Mengetahui apa yang sedang terjadi
• Memperoleh pengetahuan melalui pendidikan
• Belajar dalam pekerjaan

 b) Keterampilan usaha
              Seorang wirausaha membutuhkan banyak keterampilan untuk dapat menjalankan bisnis dengan
sukses. Terdapat keterampilan – keterampilan umum dan pengetahuan yang bersifat umum bagi
kebanyakan bisnis seperti :
• Mengembangkan sebuah rencana bisnis
• Memperoleh bantuan teknis
• Memilih jenis kepemilikan
• Merencanakan strategi pasar
• Lokasi bisnis
• Menangani bisnis
• Membiayai isu – isu hukum
• Mengelola bisnis
• Mengeloala sumber daya manusia
• Mempromosikan bisnis

6. Sebutkan 8 anak tangga menuju puncak karir menurut Alma
Dalam menuju puncak karir terdapat delapan anak tangga, yaitu:

  1. Kemauan bekerja keras (Capacity for hard work)
  2. Mampu bekerjasama dengan orang lain (Getting things done with and through people).
  3. Penampilan yang baik (Good appearance).
  4. Keyakinan Diri (Self confidence).
  5. Pandai membuat keputusan (Making sound decision).
  6. Pendidikan (College education).
  7. Ambisi untuk maju (Ambition drive).
  8. Pandai berkomunikasi (Ambility to communicate).

7. Sebutkan 4 kegiatan marketing plan !

Untuk jawaban atas soal ini, setiap perusahaan dalam menerapkan marketing plan berbeda-beda. Menurut penulisan Rifaun Naim inti Marketing Plan adalah :

* Analisa siatuasi lingkungan dan peluang pasar

* Mengembangkan sasaran pemasaran

* Menetapkan strategi pemasaran

* Menciptakan taktik atau tindakan pelaksanaan

8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan AIDA+S !

       AIDA+S merupakan singkatan dalam sebuah konsep kewirausahaan untuk diimplementasikan kedalam bisnis guna daya tarik konsumen yang salah satu contohnya yaitu promosi produk. Berikut singkatan AIDA+S:

    A = attention (perhatian)

    Pertamakali kosumen dihubungi atau ditawari oleh perusahaan tertentu sehingga muncul perhatian (attention) pada diri konsumen (Galaksi, 2009:1). Pada tahap perhatian (attention) perusahaan berusaha agar calon konsumen memperhatikan penawaran yang dilakukannya.

    I = Interest (tertarik)

    Interest adalah timbulnya minat konsumen terhadap barang yang sudah dia perhatikan (Galaksi, 2009:1). Sejalan dengan pendapat Galaksi, Khani juga berpendapat yang sama tentang interest (2009:1), yaitu setelah mengetahui segala sesuatu tentang produk itu akan timbul rasa tertarik (interest) pada diri konsumen.

   D = Desire (keinginan)

    Menurut Khani (2009:1) adanya ketertarikan tersebut akan menimbulkan hasrat, keinginan (desire) konsumen untuk membeli dan menggunakan produk yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Pada tahap ini perusahaan harus dapat meyakinkan calon konsumen dengan menjelaskan keuntungan yang akan didapat calon konsumen apabila membeli produk yang ditawarkan serta kerugiannya jika tidak membeli produk tersebut. 

  A = Action (tindakan)

    Pada tahap tindakan (action) perusahaan harus dapat mewujudkan kebutuhan dan harapan konsumen dan memberikan keyakinan bahwa barang, jasa, dan ide yang dibeli merupakan langkah yang tepat yang dapat memberikan keuntungan bagi konsumen.

  S = Satisfaction (kepuasan)

    Pada tahap kepuasan (satisfaction) perusahaan harus dapat memastikan bahwa kualitas barang, jasa dan ide yang dibeli sesuai denga harapan konsumen.

Kesimpulan :
Pada pertanyaan-pertanyaan yang telah dibahas, sudah membuktikan bahwa pertanyaan tersebut adalah langkah awal dalam pemikiran untuk menjadi pemula wirausaha sebab menjadi wirausahawan tidak hanya sekedar memiliki inovasi terhadap penemuannya namun dalam menjalakan usaha harus mempunyai skill atau pengetahuan umum tentang wirausaha yang membuat usaha tersebut sukses. Oleh karena itu, semoga tulisan ini membantu menjadi panutan sebagai awal berwirausaha.

Saya memohon maaf jika terdapat kesalahan yang terdapat pada tulisan saya ini. Dan anda dapat memberikan komentar ataupun masukan untuk membuat tulisan ini lebih baik lagi daripada sebelumnya. Saya megucapkan terima kasih telah mengunjungi blog saya, semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita. -TERIMA KASIH- 😀

Referensi :

http://www.dasibisnis.biz.id/2011/10/rencanan-pemasaran-marketing-plan.html

http://elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_wrapper&Itemid=36

http://afiyahnurkayati.blogspot.com/2012/02/pembandingan-swot-dengan-aidas.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan

Buku: siap menghadapi ujian nasional 2009 atau
http://books.google.co.id/booksid=Axz7KhO41IEC&pg=RA1PA20&dq=ciri+dan+watak+seorang+wirausaha&hl=id&sa=X&ei=gDKMU9X2IdOPuATQ8oC4BA&ved=0CEwQ6AEwBg#v=onepage&q=ciri%20dan%20watak%20seorang%20wirausaha&f=false

http://samsudin1712.wordpress.com/2013/09/01/ruang-lingkup-dan-proses-terbentuknya-kewirausahaan/

Nama Kelompok :

– Herlinna Sectio Irine

– Novianti Nurlaila

– Novita Oki P

– Muhammad Nanda S

– Dismas Mahardika

Berwirausaha menjadi salah satu hal yang menjanjikan dalam hidup

Dalam kesempatan kali ini saya akan membahas tentang  berwirausaha, seperti judul dari tulisan saya ini, “Berwirausaha menjadi salah satu hal yang menjanjikan dalam hidup”. Tidak perlu panjang lebar lagi. Mungkin anda sudah tidak sabar untuk mendapatkan pengetahuan baru/ referensi di blog saya ini. 🙂

Banyak berita menjadi seorang pengusaha adalah kegiatan yang menjanjikan di dalam kehidupan untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik, pernyataan tersebut sangatlah benar namun tidak semudah membalikan telapak tangan, untuk membangun usaha tersebut  pasti terdapat pesaing- pesaing yang berada diluar sana.

Oleh karena itu kita perlu memiliki skill dalam melawan pesaing-pesaing tersebut dan memahami dasar-dasar dari wirausaha. Dan dalam kesempatan ini saya akan membahas pengertian kewirausahaan dan wirausaha, tujuan dan sasaran wirausaha, dan salah satu contoh wirausaha yang akan kami bahas  dibawah ini.


–          Pengertian Kewirausahaan dan Wirausaha

Kewirausahaan

Kewirausahaan adalah kemampuan  untuk mengembangkan ide dan cara baru dalam menghadapi/memecahkan permasalah serta kemampuan untuk mendeteksi dan menemukan sebuah peluang yang kemudian dapat diterapkannya menuju kesuksesan.

Pengertian wirausaha telah tercakup ke dalam pengertian kewirausahaan namun wirausaha adalah pelaku dari kegiatan usaha tersebut.  Jadi pengertian wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan dan membawa visi (ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu) kedalam kehidupan. Salah satu pengertian wirausaha menurut para ahli yaitu
 Arif F.Hadipranata : Wirausaha adalah sosok pengambil risiko yang diperlukan untuk mengatur dan mengelolah bisnis serta penerima keuntungan financial atau pun non uang.

Pengertian Kewirausahan itu sendiri telah tercakup dalam pengertian wirausaha.

–          Tujuan dan Sasaran Memulai Usaha

Sebelum memilih menjadi wirausawan, kita harus memiliki tujuan dan sasaran untuk menghindari kebangkrutan. Tujuan tersebut merupakan suatu rencana dalam pencapaian dari usaha yang akan dijalani. Rencana yang akan dibuat pastikan kemudahan dalam pengembangan usaha dan merencanakan suatu usaha diperlukan pikiran yang positif, terbuka, gairah ingin maju, optimis, realitis, fokus dan berpandangan jauh ke depan.

Sasaran dengan mudah ditentukan jika kita telah menetapkan tujuan kita contoh sasaran konsumen yaitu kalangan mana saja yang akan berminat dalam usaha yang dijalani.

–          Salah satu contoh Pengusaha dari Usaha “Ichiban Crepes”

Kami telah men-survey langsung tempat Ichiban Crepes yang berada di Depok. Tepatnya berada di salah satu mall, Depok Town Square, jl. Raya Sawangan No. 1, Depok. Usaha tersebut sangatlah ramai oleh pengunjung lalu kami memulai memberikan pertanyaan oleh salah satu karyawan yang bernama Bapak Eddi, dengan beberapa pertanyaannya mengenai usaha Ichiban Crepes yang sudah dijalani sebagai berikut ini :

  1. Berapa omzet yang didapatkan di setiap bulannya?
  2. Apakah usaha Ichiban Crepes ini mepunyai website resmi?
  3. Bagaimana sejarah awal mula “Ichiban Crepes” dibangun?
  4. Apakah laporan keuangan ditiap bulannya “Ichiban Crepes” ditampilkan di website resmi?

 

                Dari Pertanyaan yang kami ajukan, ada jawaban yang kurang memuaskan, dan hanya beberapa saja yang Bapak Eddi jelaskan karena dari salah satu pertanyaan kami merupakan privasi dari perusahaannya. Berikut adalah jawaban/ tanggapan pertanyaan yang kami berikan kepada Bapak Eddi :

  1. Berapa Omzet yang didapatkan disetiap bulannya?

Pada saat usaha di hari biasa omzet mereka hanya sekitar  Rp 70.000.000 – Rp 80.000.000, dan disaat hari libur maupun hari raya besar, omzet mereka bertambah menjadi  kurang lebih Rp 120.000.000. Menarik bukan menjadi pengusaha sukses seperti ini?

         2. Apakah usaha Ichiban Crepes ini mmepunyai website resmi?

Iya, usaha ini mempunyai website resmi yaitu http://www.ichibancrepes.co.id/

        3. Bagaimana sejarah awal mula “Ichiban Crepes” dibangun?

Bapak Eddi memberikan referensi melalui website resmi Ichiban Crepes untuk mengetahui sejarah Ichiban Crepes, setelah kami menulusuri websitenya telah kita dapatkan sejarahnya dan dari sejarah itu dapat kita jadikan referensi sebagai acuan dalam mengembangkan bisnis untuk pengusaha pemula. Mari kita simak cerita berikut ini :

“Ichiban Crêpes adalah segar & asli , ide makanan cepat saji yang dibuat di Jakarta, Indonesia, awal tahun 2004. Ichiban Crepes, dikreditkan sebagai “yang paling otentik toko crepe gaya Jepang di Indonesia”, awalnya terletak di pusat perbelanjaan (mal) di sekitar Jakarta dan sekitarnya sebagai fokus utama. Secara bertahap, Ichiban Crepes mulai memperluas ke kota-kota utama lainnya di Indonesia. Saat ini, Ichiban Crepes telah beroperasi beberapa toko di Jogjakarta & Solo.

salah satu display ichiban Crepes

salah satu display ichiban Crepes

Ichiban Crepes memiliki suasana elegan namun santai dilengkapi dengan dekorasi cerdas dan menawan dan karya seni bergaya, termasuk penggunaan crepes replika (crepes dummy) sebagai tampilan menu, sebagai salah satu keunikan kita. Kami menyebutnya toko kami sebagai tempat ” tempat yang menyenangkan dibungkus ke dalam gulungan “. “Murni klasik Jepang dan Perancis rasa” Ichiban Crepe dan layanan penuh perhatian terus menarik siswa, remaja, mal-penonton, dan profesional bisnis muda. Layanan ini profesional dan ramah. Staf Merawat mengawasi Crepe Anda dari awal sampai akhir memastikan setiap kebutuhan Anda puas.

Ichiban Crepes menawarkan manis dan gurih crêpes dan dapat disajikan sebagai sarapan, snack, hidangan utama atau makanan penutup. Daya tarik utama dari Ichiban Crepes adalah bahwa semua crêpes dimasak dan berpakaian, di depan pelanggan sehingga mereka tahu persis apa jenis kuantitas dan kualitas makanan yang disajikan. Hal ini juga terjangkau dalam hal harga, dan yang paling penting, berbagai beragam untuk memuaskan setiap pengecap. Panas atau dingin, manis atau gurih, setiap crepes menjanjikan petualangan rasa sebagai The Roll Of Fun .

           4. Apakah laporan keuangan ditiap bulannya “Ichiban Crepes” ditampilkan di website resmi?

Dari pertanyaan terakhir yang kami ajukan, Bapak Eddi memohon maaf kepada kami bahwa laporan keuangannya tidak dapat diberikan kepada publik, karena itu merupakan privasi sebuah perusahaan. Sangat disayangkan kami tidak berhasil mendapatkannya.

Kesimpulannya, sudah terbutikan bahwa berwirausaha itu sangat menjanjikan untuk masa depan juga.. terima kasih telah mengunjungi blog saya dan tolong berikan komentar jika terdapat kata-kata yang salah untuk memperbaiki tulisan saya.

-TERIMA KASIH

Entity Relationship Diagram (ERD) dan Contoh Kasus

Pengertian Menurut Entity Relationship Diagram (ERD)

          Menurut salah satu para ahli, Brady dan Loonam (2010), Entity Relationship diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh System Analys dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan system. Sementara seolah-olah teknik diagram atau alat peraga memberikan dasar untuk desain database relasional yang mendasari sistem informasi yang dikembangkan. ERD bersama-sama dengan detail pendukung merupakan model data yang pada gilirannya digunakan sebagai spesifikasi untuk database.

Apakah komponen yang terbentuk didalam Entity Relationship Diagram (ERD)?

Dalam pembentukan ERD terdapat 3 komponen yang akan dibentuk yaitu :

a. Entitas

Pada post sebelumnya mengenai basis data telah dijelaskan sedikit tentang pengertian entity (entitas) yaitu suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data. Pengertian lainnya menurut Brady dan Loonam (2010), entitas adalah objek yang menarik di bidang organisasi yang dimodelkan.

Contoh : Mahasiswa, Kartu Anggota Perpustakaan (KAP), dan Buku.

b.  Hubungan (relasi/relationship)

Suatu hubungan adalah hubungan antara dua jenis entitas dan direpresentasikan sebagai garis lurus yang menghubungkan dua entitas.

Contoh : Mahasiswa mendaftar sebagai anggota perpustakaan (KAP), relasinya adalah mendaftar.

c.  Atribut

Atribut memberikan informasi lebih rinci tentang jenis entitas. Atribut memiliki struktur internal berupa tipe data. Jenis-jenis atribut :

  • Atribut Key

Atribut Key adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua baris data ( Row/Record ) dalam tabel secara unik. Dikatakan unik jika pada atribut yang dijadikan key tidak boleh ada baris data dengan nilai yang sama

Contoh : Nomor pokok mahasiswa (NPM), NIM dan nomor pokok lainnya

  • Atribut simple

atribut yang bernilai atomic, tidak dapat dipecah/ dipilah lagi

Contoh : Alamat, penerbit, tahun terbit, judul buku.

  • Atribut Multivalue

nilai dari suatu attribute yang mempunyai lebih dari satu (multivalue) nilai dari atrribute yang bersangkutan

Contoh : dari sebuah buku, yaitu terdapat beberapa pengarang.

  • Atribut Composite

Atribut composite adalah suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu yang masih bisah dipecah lagi atau mempunyai sub attribute.

Contoh : dari entitas nama yaitu nama depan, nama tengah, dan nama belakang

  • Atribut Derivatif

Atribut yang tidak harus disimpan dalam database Ex. Total. atau atribut yang dihasilkan dari atribut lain atau dari suatu relationship. Atribut ini dilambangkan dengan bentuk oval yang bergaris putus-putus

Derajat relasi atau kardinalitas rasio

Menjelaskan jumlah maksimum hubungan antara satu entitas dengan entitas lainnya

  • One to One (1:1)
    Setiap anggota entitas A hanya boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya.
  • One to many (1:M / Many)
    Setiap anggota entitas A dapat berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B tetapi tidak sebaliknya.
  • Many to Many (M:M)
    Setiap entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas himpunan entitas B dan demikian pula sebaliknya

 

Simbol-simbol untuk membuat diagram ERD:

simbol ERD

Contoh Kasus 1:

Pada saat mendaftar menjadi anggota perpustakaan Fakultas, dicatatlah nama, nomor mahasiswa dan alamat mahasiswa. Setelah itu mereka baru bisa meminjam buku di perpustakaan. Buku-buku yang dimiliki perpustakaan banyak sekali jumlahnya. Tiap buku memiliki data nomor buku, judul, pengarang, penerbit, tahun terbit. Satu buku bisa ditulis oleh beberapa pengarang. Tentukan entitas, atribut dan relasi dari deskripsi di atas, dengan menggambar ERDnya.

Jawab:

Entitas : Mahasiswa, KAP (Kartu Anggota Perpustakaan), Buku

Atribut : Nama, no.mahasiswa, Alamat mahasiswa, No.buku, Judul, Pengarang, Penerbit dan tahun terbit.

Relasi : Daftar dan Pinjam

Gambar ERD dalam peminjaman buku di perpustakaan:

gambar ERD kasus 1

——————————————————————————————————————————————————————–

Contoh Kasus 2:

Seperti deskripsi soal kasus nomor 1, namun ada beberapa tambahan penjelasan seperti berikut:
Seorang mahasiswa boleh meminjam beberapa buku. Satu buku boleh dipinjam beberapa mahasiswa. Semua mahasiswa sangat pelu buku sehingga tidak ada yang tidak pernah meminjam ke perpustakaan. Setiap peminjam akan dicatat tanggal peminjamannya. Semua mahasiswa disiplin mengembalikan buku tepat satu minggu setelah peminjaman.

Gambarkan ERDnya!!

MODEL ENTITY – RELATIONSHIP
Model Entity Relationship : Suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan Relationship
Entity :

Objek secara fisik : Buku, Perpustakaan, Mahasiswa

Objek secara konsep : Meminjam

Relationship :

1
 Atribut :

  • Atribut Multivalue

2

 

 

3

 

 

Derajat dari Relationship :

  • Trenary degree (Derajat Tiga)

4

 

Cardinality Ratio Constraint
  • M : N

5

 

 

 Participation Constraint
  • Partial Participation

6

 

Diagram ERD

7

 

 

——————————————————————————————————————————————————————

Contoh Kasus 3 :
Seperti soal nomor 2, namun ada beberapa tambahan penjelasan seperti berikut : Mahasiswa kadang-kadang terlambat mengembalikan buku, sehingga dikenakan denda. Besarnya denda adalah Rp 500,- per hari keterlambatan. Mahasiswa dianggap terlambat jika mengembalikan buku lebih lama dari 1 minggu.
Gambarkan ERDnya:
ERD

Saya ucapkan terimakasih sudah datang di blog saya.

dan jika terdapat kesalahan atas materi yang saya bahas diatas saya meminta maaf, dan tolong isi kolom komentar setelah anda membacanya agar tulisan saya lebih baik lagi dan semoga bermanfaat

TERIMA KASIH


Referensi:

http://www.ilmumu.com/pengetahuan/pengertian-erd-dan-contohnya/
http://xzilin.blogspot.com/2012/11/jenis-atribut-tabel.html
http://blog-mini-indo.blogspot.com/2010/10/er-model-dalam-basis-data.html
http://hocuspocus23.blogspot.com/2014/02/tugas-erd-softskill.html
http://amandadewi13.blogspot.com/2014/01/soal-erd-softskill.html
Materi Dosen

Lingkungan Basis Data

Bab. I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Database atau basis data yang merupakan suatu kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan informasi yang sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari. Dalam basis data juga terdapat lingkungan basis data yang juga sangat berpengaruh dan sangat penting. oleh karena itu, saya akan menjeleskan tentang yang terkait di lingkungan basis data.

1.2 Rumusan Masalah

  • Apakah yang dimaksud DBMS?
  • Apakah yang dimaksud model data?
  • Bagaimana Arsitektur DBMS biasanya dipergunakan?

1.3 Tujuan

Tujuan yang akan didapatkan dalam Lingkungan Basis Data, yaitu:

  • Dapat menjelaskan tingkatan arsitektur basis data
  • Dapat menjelaskan konsep data independence,   komponen DBMS, fungsi DBMS serta bahasa yang   digunakan didalam DBMS
  • Dapat mengetahui perbedaan model data berbasis objek, record, konseptual, dan fisik
  • Menjelaskan fungsi dan isi dari data   dictionary
  • Mengetahui perbedaan arsitektur DBMS, multi user

Bab. II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Lingkungan basis data

Lingkungan basis data merupakan sebuah habitat di mana terdapat basis data untuk bisnis. Dalam lingkungan basis data, pengguna memiliki alat untuk mengakses data. Pengguna melakukan semua tipe pekerjaan dan keperluan mereka bervariasi seperti menggali data (data mining), memodifikasi data, atau berusaha membuat data baru. Pengguna tertentu tidak diperbolehkan mengakses data, baik secara fisik maupun logis.

Tujuan utama dari sistem basis data yaitu menyediakan pemakai melalui suatu pandangan abstrak mengenai data, dengan menyembunyikan detail dari bagaimana data disimpan dan dimanipulasikan. Titik awal untuk perancangan sebuah basis data haruslah abstrak dan deskripsi umum dari kebutuhan-kebutuhan informasi suatu organisasi harus digambarkan di dalam basis data.

Jika sebuah basis data merupakan suatu sumber yang dapat digunakan bersama. Setiap pemakai membutuhkan pandangan yang berbeda-beda terhadap data di dalam basis data. Untuk memenuhi kebutuhan ini, arsitektur komersial basis data yang banyak digunakan telah tersedia saat ini dan telah mengalami perluasan yaitu arsitektur ANSI-SPARC.

ANSI-SPARCH (stands for American National Standards Institute, Standards Planning And Requirements Committee) yaitu standar desain abstrak untuk Sistem Manajemen Database (DBMS), yang pertama kali diusulkan pada tahun 1975. Model ANSI-SPARC ini tidak pernah menjadi standar formal.

Tiga Tingkatan Arsitektur Basis data ANSI-SPARC

Terdapat beberapa tujuan dari Tiga Tingkatan Arsitektur Basis Data ANSI-SPARC yaitu :

  • Membedakan cara pandang pemakai terhadap basis data dan cara pembuatan basis data secara fisik.
  • Setiap pengguna harus dapat mengakses data yang sama, tetapi memiliki pandangan yang berbeda disesuaikan data.
  • Pengguna tidak harus berurusan dengan penyimpanan database fisik. Mereka harus diizinkan untuk bekerja dengan data itu sendiri, tanpa memperhatikan bagaimana secara fisik disimpan.

Terdapat tiga tingkatan arsitektur basis data terdiri dari :

> Tingkat Eksternal (External Level)

Merupakan cara pandang pemakai terhadap basis data agar pembuatan basis data ini relevan bagi seorang pemakai tertentu. Yang terdiri dari sejumlah cara pandang berbeda dari sebuah basis data. Masing-masing pemakai merepresentasikan dalam bentuk yang sudah dikenalnya. Cara pandang secara eksternal hanya terbatas pada entitas, atribut dan hubungan antar entitas (relationship) yang diperlukan.

> Tingkat Konseptual (Conseptual Level)

Merupakan kumpulan cara pandang terhadap basis data. Menggambarkan data yang disimpan dalam basis data dan hubungan antara datanya.

Hal-hal yang digambarkan dalam tingkat konseptual yaitu:

  • Semua entitas beserta atribut dan hubungannya
  • Batasan data
  • Informasi semantik tentang data
  • Keamanan dan integritas informasi

> Tingkat Internal (Internal Level)

  • Merupakan perwujudan basis data dalam komputer. Yang menggambarkan bagaimana basis data disimpan secara fisik di dalam peralatan storage yang berkaitan erat dengan tempat penyimpanan / physical storage.

Hal –hal yang digambarkan adalah:

  • alokasi ruang penyimpanan data dan indeks
  • deskripsi record untuk penyimpanan (dengan ukuran penyimpanan untuk data elemen)
  • penempatan record
  • pemampatan data dan teknik encryption

2.2 Data independence, Komponen DBMS, Fungsi DBMS serta Bahasa yang   digunakan didalam DBMS 

Konsep Data Indenpendence

Indepedensi data (data independensi) adalah kemampuan untuk melakukan perubahan pada struktur data tanpa melakukan perubahan pada program-program aplikasi yang memproses data. Oleh karena itu, terdapat tujuan utama dari 3 tingkat arsitektur adalah memelihara kemandirian data (data independence) yang berarti perubahan yang terjadi pada tingkat yang lebih rendah tidak mempengaruhi tingkat yang lebih tinggi.

Jenis data independence, yaitu:

a. Physical Data Independence

Bahwa internal skema dapat diubah oleh DBA tanpa mengganggu konseptual skema. Dengan kata lain physical data independence menunjukkan kekebalan konseptual sekema data terhadap perubahan internal skema.

b. Logical Data Independence

Bahwa konseptual skema dapat diubah oleh DBA tanpa mengganggu eksternal skema. Dengan kata lain logical data independence menunjukkan kekebalan eksternal schema terhadap perubahan konseptual skema.

Prinsip data independence adalah salah satu hal yang harus diterapkan di dalam pengelolaan sistem basis data dengan alasan-alasan sbb :

  1. DBA dapat mengubah isi, lokasi, perwujudan dalam organisasi basis data tanpa mengganggu program-program aplikasi yang sudah ada.
  2.  Pabrik / agen peralatan / software pengolahan data dapat memperkenalkan produk-produk baru tanpa mengganggu program-program aplikasi yang sudah ada.
  3.  Untuk memindahkan perkembangan program-program               aplikasi
  4. Memberikan fasilitas pengontrolan terpusat oleh DBA demi        keamanan dan integritas data dengan memperhatikan  perubahan-perubahan kebutuhan pengguna.

DBMS

Untuk mengelola data base diperlukan suatu perangkat lunak (Database Management System). Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya tentang pengertian DBMS yaitu :

  1. C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
  2. S. Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
  3. Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.

Dapat disimpulkan bahwa DBMS adalah suatu system perangkat lunak yang memungkinkan user (pengguna) untuk membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses database secara praktis dan efisien. Dengan DBMS, user akan lebih mudah mengontol dan memanipulasi data yang ada.

KOMPONEN DBMS

Sebuah DBMS (Database Management System) umumnya memiliki sejumlah komponen fungsional (modul) seperti :

  1. File Manager: mengelola ruang dalam disk dan struktur data yang dipakai untuk merepresentasikan
  2. informasi yang tersimpan dalam disk.
  3. Database Manager: menyediakan interfaceantara data low-level yang ada di basis data denganprogram
  4. aplikasi dan query yang diberikan ke sistem.
  5. Query Processor, yang menterjemahkan perintahperintah dalam query language ke perintah low-level yang dapat dimengerti oleh database manager.
  6. DML Precompiler, yang mengkonversi perintah DMLyang ditambahkan dalam sebuah program aplikasi kepemangin prosedur normal dalam bahasa induk.
  7. DDL Compiler, yang mengkonversi perintah-perintahDDL ke dalam sekumpulan tabel yang mengandung
  8. metadata. Tabel-tabel ini kemudian disimpan dalam kamus data.

Fungsi DBMS

Database atau basis data berkaitan erat dengan DBMS dimana aplkasi DBMS menyediakan fasilitas untuk melakukan fungsi :

  1. pendefinisian data yang meliputi penentua tipe, struktur dan batasan data yang akan disimpan dalam basis data.
  2. kontruksi data yang meliputi proses penyimpanan data dalam database yang pengendaliannya diatur oleh DBMS
  3. Manipulasi data merupakan fungsi untuk menampilkan data, mengubah data serta menampilkan data yang ada dalam bentuk laporan
  4. Keamanan dan integritas data. (buku Solusi Bisnis Berbasis Microsoft Office System 2003, irwan sardi pt elex media komputindo)
  5. Menyediakan data dictionary

Bahasa yang digunakan DBMS

A. Data Definision Language ( DDL )

DDL ( Data Definision Language ) adalah perintah-perintah yang digunakan untuk menjelaskan objek dari database. Dengan kata lain DDL digunakan untuk mendefinisikan kerangka database.

B. DML ( Data Manipulation Language )
Data Manipultion Language adalah perintah-perintah yang digunakan untuk mengoperasikan atau memanipulasi isi database. Adapun perintah-perintah pada DML diantaranya : Select, Insert, Update dan Delete.

2.3 Perbedaan model data berbasis objek, record, konseptual, dan fisik

Model data
Merupakan suatu kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dalam suatu organisasi.Fungsi dari sebuah model data untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami. Model data terdapat berbasis objek, record, konseptual maupun fisik.

Model Data Berbasis Objek 

Model data logika berbasis objek (object-based logical model) digunakan untuk mendeskripsikan data pada tingkat konseptual dan view. Pendeskripsian data pada model ini dibuat berdasarkan fakta sehingga memberikan kemampuan penstrukturan secara fleksibel, dan memungkinkan untuk menspesifikasikan kendala-kendala datanya secara eksplisit.

Beberapa model data logika berbasis objek yang sudah dikenal diantaranya adalah:
> Model entity-relationship
> Model berorientasi objek (object-oriented model)
> Model biner
> Model data semantik
> Model infological
>Model data fungsional

Model Data Berbasis Record

Model logika berbasis record digunakan untuk menggambarkan data pada tingkat

konseptual dan view. Model data ini bersama dengan model data logika berbasis objek biasanya digunakan untuk menyatakan stuktur logika database secarakeseluruhan. Selain itu juga digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana gambaran penerapannya dalam tingkat yang lebih tinggi daripada gambaran fisiknya. Struktur database pada model logika berbasis record ini dinyatakan dengan type record yang mempunyai format tetap. Artinya setiap type record mempunyai beberapa field atau atribut dengan jumlah tetap, dan setiap field mempunyai panjang yang tetap. Tiga model data pada kelompok ini yang telah diterima secara meluas adalah model data relasi, jaringan (network) dan hirarki.

Model data konseptual
Model konseptual bukanlah pendekatan proses informasi seorang programmer aplikasi, tetapi merupakan kombinasi beberapa cara untuk memproses data untuk beberapa aplikasi. Model konseptual tidak tergantung pada aplikasi individual, tidak tergantung pada DBMS yang digunakan, tidak tergantuk pada hardware yang digunakan serta tidak tergantung juga pada phisikal model

Model data berbasis fisik

Perancangan basis data secara fisik merupakan proses pemilihan struktur-struktur penyimpanan dan jalur-jalur akses pada file-file basis data untuk mencapai penampilan yang terbaik pada bermacam-macam aplikasi.

Selama fase ini, dirancang spesifikasi-spesifikasi untuk basis data yang disimpan yang berhubungan dengan struktur-struktur penyimpanan fisik, penempatan record dan jalur akses. Berhubungan dengan internal schema (pada istilah 3 level arsitektur DBMS).

Beberapa petunjuk dalam pemilihan perancangan basis data secara fisik :

1. Response time :

waktu yang telah berlalu dari suatu transaksi basis data yang diajukan untuk menjalankan suatu tanggapan. Pengaruh utama pada response time adalah di bawah pengawasan DBMS yaitu : waktu akses basis data untuk data item yang ditunjuk oleh suatu transaksi. Response time juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang tidak berada di bawah pengawasan DBMS, seperti penjadwalan sistem operasi atau penundaan komunikasi.

2. Space utility :

jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh file-file basis data dan struktur-struktur jalur akses.

3. Transaction throughput :

rata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem basis data, dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi (misal : digunakan pada pemesanan tempat di pesawat, bank, dll). Hasil dari fase ini adalah penentual awal dari struktur penyimpanan dan jalur akses untuk file-file basis data.


2.4 Fungsi dan isi dari data   dictionary 

Pengertian Data Dictionary

Kamus data atau systems data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan DD analis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di system dengan lengkap. Pada tahap analisis sistem, DD digunakan sebagai alat komunikasi antara analis sitem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir ke sistem, yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem. Pada tahap perancangan sistem, DD digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan dan database. DD dibuat berdasarkan arus data yang ada di DFD (Data Flow Diagram). Arus data di DFD sifatnya adalah global, hanya ditunjukkan nama arus datanya saja. Keterangan lebih lanjut tentang struktur dari suatu arus data di DFD secara lebih terinci dapat dilihat di DD. Gambar berikut menunjukkan hubungan antara DFD dengan DD.

DD tidak menggunakan notasi grafik sebagaimana halnya DFD. DD berfungsi membantu pelaku system untuk mengerti aplikasi secara detil, dan mereorganisasi semua elemen data yang digunakan dalam sistem secara presisi sehingga pemakai dan penganalisa sistem punya dasar pengertian yang sama tentang masukan, keluaran, penyimpanan dan proses.
DD mendefinisikan elemen data dengan fungsi sebagai berikut:

1. Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan dalam DFD.

2. Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran,

misalnya alamat diuraikan menjadi kota, kodepos, propinsi, dan negara.

3. Mendeskripsikan komposisi penyimpanan data.

4. Menspesifikasikan nilai dan satuan yang relevan bagi penyimpanan dan

aliran.

5. Mendeskripsikan hubungan detil antara penyimpanan yang akan menjadi

titik perhatian dalam entity relationship diagram.
> Isi DD.

Data dictionary harus dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatatnya. Untuk maksud keperluan ini, maka DD harus memuat hal-hal berikut :

a. Nama arus data.

Karena DD dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DFD, maka

nama dari arus data juga harus dicatat di DD, sehingga mereka yang

membaca DFD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus

data tertentu di DFD dapat langsung mencarinya dengan mudah di DD.

b. Alias.

Alias atan nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada.

Alias perlu ditulis karena data ayang sama mempunyai nama yang berbeda

untuk orang atau departemen satu dengan yang lainnya, misalnnya bagian

pembuat faktur dan langganan menyebut bukti penjualan sebagai faktur,

sedang bagian gudang menyebutnya sebagai tembusan permintaan persediaan.

Baik faktur dan tembusan permintaan persediaan ini mempunyai struktur

data yang sama, tetapi mempunyai struktur yang berbeda.

 

c. Bentuk data.

Bentuk data perlu dicatat di DD, karena dapat digunakan untuk

mengelompokkan DD ke dalam kegunaannya sewaktu perancangan sistem.

• DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk dokumen dasar atau

formulir akan digunakan untuk merancang bentuk input sistem.

• DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk laporan tercetak

dan dokumen hasil cetakan komputer akan digunakan untuk merancang

output yang akan dihasilkan oleh sistem.

• DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk tampilan dilayar

monitor akan digunakan untuk merancang tampilan layar yang akan

dihasilkan oleh sistem.

• DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk parameter dan

variabel akan digunakan untuk merancang proses dari program.

• DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk dokumen, formulir,

laporan, dokumen cetakan komputer, tampilan di layar monitor,

variabel dan field akan digunakan untuk merancang database.
d. Arus data.

Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan ke mana data akan

menuju. Keterangan arus data ini perlu dicatat di DD supaya memudahkan

mencari arus data ini di DFD.
e. Penjelasan.

Untuk tidak memperjleas lagi tentang makna dari arus data yang dicatat

di DD, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan

tentang arus data tersebut. Sebagai misalnya nama dari arus data adalah

tembusan permintaaan persediaan, maka dapat lebih dijelaskan sebagai

tembusan dari faktur penjualan untuk meminta barang dari gudang.
f. Periode.

Periode ini menunjukkan kapan terjadinya arus data ini. Periode perlu

dicatat di DD karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan

input data harus dimasukkan ke sistem, kapan proses dari program harus

dilakukakan dan kapan laporan-laporan harus dihasilkan.
g. Volume.

Volume yang perlu dicatat di DD adalah tentang volumen rata-rata dan

volume puncak dari arus data. Volume rata-rata menunjukkan banyaknya

rata-rata arus data yang mengalir dalam suatu periode tertentu dan

volume puncak menunjukkan volume yang terbanyak, Volume ini digunakan

untuk mengidentifikasikan besarnya simpanan luar yang akan digunakan,

kapasitas dan jumlah dari alat input, alat pemroses dan alat output.
h. Struktur data.

Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat di DD terdiri dari

item-item apa saja.

Sebagai contoh, dalam pembangunan medical system yang menyimpan data pasien,

dapat didefinisikan data berat dan tinggi dengan cara sebagai berikut ;

a. Berat           = * berat pasien ketika mendaftar di rumah sakit

* satuan : kilogram ; rentang : 1-200 *

b. Tinggi          = * tinggi pasien ketika mendaftar di rumah sakit

* satuan : sentimeter ; rentang : 1-200 *

c. Tinggi_sekarang = * satuan : sentimeter ; rentang : 1-200 *

d. Berat_sekarang  = * satuan : kilogram ; rentang : 1-200 *

e. Tanggal_lahir   = * satuan : hari sejak 1 Jan 1900 ;  rentang 36500 *

f. Jenis_kelamin   = * nilai : [  P | W ] *

Elemen data opsional didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat digunakan

atau tidak perlu digunakan sebagai pilihan dari sejumlah alternatif.

Masalah alternatif pilihan merupakan hal penting, karena pemakai harus

diyakinkan bahwa semua kemungkinan yang ada sudah tercakup.

Pemakai akan kewalahan jika harus membaca seluruh DD, item demi item

untuk mengecek kebenaran DD tersebut. Ada sejumlah cara untuk mengecek

kelengkapan, konsistensi, dan kontradiksi melalui testing dengan sejumlah

pertanyaan seperti berikut :

a. Apakah semua aliran dalam DFD sudah didefinisikan dalam DD ?.

b. Apakah semua komponen elemen data sudah didefinisikan ?.

c. Adakah elemen data yang didefinisikan lebih dari satu kali ?.

d. Apakah semua notasi yang digunakan pada DD sudah dikoreksi ?.

e. Adalah elemen data dalam DD tidak menjelaskan sesuatu dalam DFD

(Data Flow Diagram) atau ER (Entity Relationship).

Membangun DD adalah salah satu dari sejumlah aspek analisa yang paling

banyak menghabiskan waktu. Tetapi DD merupakah salah satu aspek terpenting,

tanpa DD yang mendefinisikan semua terminologi maka presisi sistem akan

menjadi harapan kosong belaka. Contoh : 

Nama_tarian = kode_tarian + nama_tarian + asal_tarian + lama_tarian + deskripsi_tarian.

a. @Kode_tarian              : kategori_tari + no_urut_tari

a.1. kategori_tari : 1{karakter}2  => [ | A | B | .. | Z | ]

a.2. no_urut_tari  : 1{numerik}2   => [ | 000 | 001 | … | 999 | ]

b. Nama_tarian                       : 1{karakter}20 => [ | A | B | .. | Z | ]

c. Asal_tarian           : 1{karakter}15 => [ | A | B | .. | Z | ]

d. Lama_tarian        : jam + menit

d.1. jam           : 1{numerik}1   => [ |  0 |  1 | .. | 9 | ]

d.2. menit              : 1{numerik}2   => [ |  00 |  01 | .. | 60 | ]

e. Deskripsi_tarian   : 1{karakter}20 => [ | A | 

Tanggal : Tgl_hari + bulan + tahun

a. Tgl_hari   : 1{numerik}2  => [ | 01 | 02 | .. | 31 | ]

b. Bulan      : 1{numerik}2  => [ | 01 | 02 | .. | 12 | ]
01 = “Januari”
02 = “Februari”

12 = “Desember”

c. Tahun      : 1{numerik}4  => [ | 1900 | 1901 | 1902 | .. | 2999 | ]

2.5 Perbedaan Arsitektur DBMS multi user

Arsitektur DBMS Multi Pengguna

Pada seksi ini akan di jelaskan mengenai arsitektur yang biasanya digunakan untuk mengimplementasikan sistem basis data yang multi user, yaitu teleprocessing, file server dan client server.

> Teleprocessing

Arsitektur tradisional untuk sistem multi pengguna adalah teleprocessing, dimana satu komputer dengan sebuah CPU dan sejumlah terminal.

Terminal untuk pengguna berjenis ‘dumb’, yang tidak dapat berfungsi sendiri dan masing-masing dihubungkan ke komputer pusat. Terminal-terminal tersebut mengirimkan pesan melalui subsistem pengontrol komunikasi pada sistem operasi ke program aplikasi, yang bergantian menggunakan layanan DBMS. Komputer server langsung bisa terhubung degan beberapa terminal. hgb. Dapat mengirim / menerima pengolahan data dgn jarak yg jauh.

> File-Server

Proses didistribusikan ke dalam jaringan, sejenis Local Area Network (LAN). File server mengendalikan file yang diperlukan oleh aplikasi dan DBMS. Meskipun aplikasi dan DBMS dijalankan pada masing-masing workstation, tetapi tetap meminta file dari file server jika diperlukan (perhatikan gambar di bawah ini). Dengan cara ini, file server berfungsi sebagai sebuah hard disk yang digunakan secara bersamaan. DBMS yang ada pada setiap workstation meminta data ke file server untuk semua data yang diinginkan oleh DBMS.

> Client Server

Untuk mengatasi kelemahan arsitektur-arsitektur di atas maka dikembangkan arsitektur client-server. Client-server menunjukkan cara komponen software berinteraksi dalam bentuk sistem. Sesuai dengan namanya, ada sebuah pemroses client yang membutuhkan sumber dan sebuah server yang menyediakan sumbernya. Tidak ada kebutuhan client dan server yang harus diletakkan pada mesin yang sama. Secara ringkas, umumnya server diletakkan pada satu sisi dalam LAN dan client pada sisi yang lain. Dan juga dapat terhubung degan beberapa station kerja.

 

 

Bab. III
Kesimpulan

Dari tulisan atau pembahasan diatas tentang Lingkungan Basis Data dapat disimpulkan bahwa lingkungan basis data sangat luas seperti arsitektur basis data terdapat tiga tingkatan, yang harus mengijinkan untuk bekerja dengan data itu. konsep data independenc, komponen DBMS, fungsi DBMS serta bahasa yang digunakan didalam DBMS untuk mengakses suatu software. Dan dapat dibayangkan bagaimana jika tidak ada basis data. semua perkejaan semakin susah, membutukan waktu yang lama.

Daftar Pustaka

1. HM, Jogiyanto, Analysis and Disain Sistem Informasi (Pendekatan

terstruktur), Penerbit Andi Offset, Yogyakarta, 1995.

2. Martin, Merle P., Analysis and Design of Business Information System,

Macmillan Publishing Company, New York, 1991.

3. Pohan, Husni Iskandar, Pengantar Perancangan Sistem, Penerbit

Erlangga, Jakarta, 1997.

4. Koh, 2005, dalam Janner Simarmata & Imam Paryudi 2006: 33

5. Sistem Informasi Manajemen (ed.10) By McLeod (Pearson)

> http://ipanripai.com/materi/tiga-tingkatan-arsitektur-basis-data-ansi-sparc
http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data.
http://ableh-noe.blogspot.com/2009/10/bahasa-dalam-dbms-database-management.html
> http://arfianandi06.blogspot.com/2009_11_29_archive.html 

 

 

 

Saya ucapkan terimakasih bagi yang sudah bersedia membaca tulisan saya. Saya mohon jika terdapat kesalahan dalam penulisan saya, dimohon untuk menulis pendapat ataupun komentar di kotak komentar. -TERIMA KASIH

Enterprise Data Pabrik

computer_data_processing

Enterprise merupakan sebuah aktivitas ataupun kegiatan system dari manusia, peralatan, material, data,kebijakan, dan prosedur yang menggunakan komputer untuk menghasilkan pelayanan atau produk yang bertujuan agar mendapatkan keuntungan.

Pada kesempatan ini, saya akan membahas tentang salah satu enterprise. Dan dibawah ini terdapat pertanyaan dan penjelasan dari enterprise tersebut:

  1. Enterprise yang ada dalam lingkungan nyata anda, sebutkan nama organisasinya tersebut!

    >> Enterprise merupakan suatu bentuk organisasi. Salah satu enterprise yang ada disekitar lingkungan tempat tinggal saya adalah pabrik. Salah satu contoh nama enterprise (Pabrik) tersebut yaitu PT. Sanyo.
    SANYO-Hungary-factory-2

     

  2. Menentukan Entitas dari Enterprise diatas:>> Entitas diatas adalah karyawan, dan produk.
    produk

    Apakah yang dimaksud atribut itu?? yaitu mendeskripsi data yang dapat mengidentifikasi entitas yang membedakan entitas tersebut dengan entitas yang lain.

  3. Mentukan atribut dari masing-masing entitas diatas:

    >> Atribut dari entitas diatas adalah
    a. Karyawan: Nama, Alamat, Status.
    b. Produk: Nama Produk,  Kode Produk,  Harga Produk.KARYAWAN DAN PRODUKKeterangan Gambar : Karyawan dan produk (warna biru) => Entitas
    Nama, alamat, status (warna abu-abu) => atribut dari entitas karyawan
    Nama produk, kode produk, harga produk (warna abu-abu) => atribut dari entitas karyawan

     

  4. Berikan 5 contoh nilai data dari atribut yang telah disebutkan diatas:>> a. Nilai data Karyawan:
    nama, alamat, statusb. Nilai Data Produk
    nama, kode, harga produk

Dari penjelasan tentang enterprise, entitas dan atribut diatas, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Dan apabila terdapat kesalahan dari penulisan diatas. Saya mohon untuk pendapat anda setelah membaca tulisan saya di kotak komentar, agar saya bisa menjadi lebih baik lagi dalam menulis.  -Terima kasih